Rasanya Baru Kemarin
Senin, 12 Oktober 2020
Adipati Karna Jatmika
Minggu, 06 Oktober 2019
Di blog sebelumnya yang berjudul bulan kesepuluh, saya sempat menulis....
"namun kau bebas keluar kapanpun semaumu"
Dan ternyata si bayik memilih keluar dari rahim ibunya tanggal 30 September 2019.
.
Jadiiiii hari minggu, 29 September 2019 setelah isya, perut saya mulai kontraksi, tapi jarang2 dan durasinya tak menentu. Menurut google itu namanya kontaksi palsu. Lalu menjelang jam tidur kira2 jam 10 malam, saya merasakan kontraksi yg mulai rutin, kira2 10 menit sekali. Semakin larut malam kontaksi saya semakin kuat, saya merasakannya 5 menit sekali, tidur pun saya tidak bisa. Hingga menjelang adzan subuh, saya menemukan darah keluar ketika buang air kecil.
Adzan subuh berkumandang kontraksi semakin kuat, saya membangunkan miko untuk segera mengantar ke klinik.
Dengan pikiran "apa hari ini gua mau mati ya." 🙄
Disaat kontraksi yg masih kuat terjadi setiap 5 menit sekali, saya sampai klinik namun kliniknya di gembok, satpam tidak menyaut saat saya ketok2 pagar, padahal lampu ruang tunggu klinik menyala dan klinik buka 24 jam. Akhirnya, kami memutuskan pergi ke rumah sakit terdekat yang bisa menerima pasien bpjs. Pilihan kami jatuh kepada RS Permata Keluarga Cikarang....
Sampai di rumah sakit ternyata kata bidan (atau perawat ya), saya sudah pembukaan 8 😑 pantes aja sakit banget yaelah....
Tidak mudah ternyata untuk mengejan dengan baik dan benar di tengah perut yang mules juga tubuh yang seharian tidak tidur serta belum sarapan.
Karena hal itu, sampai ada 3 bidan yang menolong untuk mengeluarkan bayi.
Sempat hampir putus asa dan mau di sc saja, bidan pun (atau perawat ya) sudah menghubungi dokter yang berjanji akan datang jam 7, tapi alhamdulillah bayi keluar jam 6.40 jadi Dokter belum sempat datang dan kata bidan "masih rezeki bu".
Bidannya baik2 banget, sabar, penuh semangat juang dan menguatkan hehehe
Tapi sayangnyaaaaa
Saya lama di persalinan akibat tidak kuat mengejan, si bayi menjadi harus menelan mekonium, dia tertahan lumayan lama, sempat beberapa menit rambutnya keluar tp saya sulit sekali mengejan dengan benar. Dia pun harus di rawat di nicu selama 3 hari.
Sedih sebenarnya melihat anak sekecil itu harus di pasang selang di tubuhnya, tidur di ruangan yang terpisah dengan bayi lain, dan belum sempat saya lakukan IMD.
Tapi demi kesehatannya, yah tidak mengapa...
Jadi, dia baru tau aroma ketek mamak nya setelah 3 hari dilahirkan...
Alhamdulillah tanggal 3 Oktober si bayi sudah sehat dan sudah diizinkan dokter untuk pulang ke rumah.
Terima kasih kepada para pembaca..
Doakan dia agar menjadi anak yang tampan, tepat pada janji, dermawan, jujur, gigih, getir, tidak mendapat kemenangan dengan jalan kecurangan dan setia seperti Adipati Karna.
Bulan ke sepuluh kehamilan
Senin, 23 September 2019
Hai,
Aku udah sampai di bulan ke sepuluh kehamilan.
Bulan dimana aku ngerasa bawa2 semangka kemana2, aku ngerasa males main karena jalan makin seperti pinguin.
Bulan dimana aku tau apa itu namanya sakit pinggang, kaki kram, vagina ngilu, tulang paha ngilu, susah bergeser, dan ga pernah dapet posisi tidur yang enak.
Bulan dimana aku ngerasa dunia ini makin panas walau aku ada di depan Kipas angin dan aku juga ngerasain hentakan di perut makin kuat, walau sudah agak jarang.
Bulan dimana radang sendi di jari tangan kambuh lagi.
Bulan dimana aku rajin baca2 artikel dan rajin liat youtube untuk dapet info seputar persalinan dan menyusui.
HPL ku tanggal 9 oktober menurut dokter.
Tanggal 4 oktober menurut bidan.
Dan tanggal 10 Oktober menurutku hahahaha karena aku berharap anak ini lahir di tanggal cantik.
Dibulan ini, aku lagi harap2 cemas.
Menunggu si bayi keluar dari perut.
Menikmati hentakan di perut setiap harinya.
Memberikan sugesti2 positif ke diri sendiri dan ke bayi.
Nak, kau bebas keluar kapanpun semaumu.
Tapi demi keselamatanmu, dokter memberikan batas waktu sampai tanggal 16 Oktober. Sampai jumpa sayang 💐
Bulan ke 7, ke 8, dan ke 9 Kehamilan
Hallo, di trimester ini aku mulai pakai BPJS hihihi udah ga bayar pribadi lagi karena niatnya nanti lahiran mau pakai BPJS.
Karena itu, aku mulai rajin pergi ke klinik untuk cek kandungan, udah bukan di dokter hartoyo lagi. Kangen sih ama dokter Hartoyo yang baik banget, tapi alhamdulillah aku dapat kesempatan 3x ketemu beliau utk USG sekalian konsultasi pakai bpjs di trimester 3 ini.
Beliau tetap ramah lho...
Ga membedakan saat aku jadi pasien non bpjs dan saat aku jd pasien bpjs.
Masyallah dokter.... semoga sehat selalu dan rezeki makin banyak.🍭💐
Setelah aku liat di kwitansi, bayaran konsul dokter dikurangi 40.000 kalau si pasien pakai bpjs. Jadi yaaa wajar aja ada beberapa dokter agak judes kalau pasiennya pakai bpjs. Alhamdulillah dokter hartoyo bukan termasuk si judes hehehe
Bulan ke tujuh kehamilan...
Bulan ini bener2 bulan yg menguras kantong 🤣
Selain karena duit abis untuk acara 7 bulanan, pun akan abis untuk membeli keperluan bayi. Tapi gapapa....
Yang penting aku dan miko masih sehat sehingga tetap bisa cari uang 🙄 #ApasihRis
Setelah kontrol kandungan di klinik GBH, alhamdulillah banget dapet bidan baik, apa aja yang aku tanya, dia akan jelasin detail, namanya bidan nur. Bidannya masih muda dan penjelasannya juga ok banget. Satu lagi, bidannya wangiiiiiiiiiiiiiiiiii 😆
Makin seneng dong ya bumil, udah bidan baik, enak diajak konsul, wangi lagi....
Aku mulai di tanya buku Pink sama bidannya. Duh paniklah ya, selama ini aku anggap itu buku ga penting 😅
Karena dokter ga ngasih dan juga ga nanya. Setelah di jelasin sama bidan dan aku baca2 di google, ternyata buku itu bisa di dapat di puskesmas atau posyandu.
Aelah, pantes aja riris ga punya 😅
Karena ga mau ribet, ga mau diomelin juga sama petugas puskesmas atau posyandu akibat kenapa pas 7 bulan baru punya buku KIA, akhirnya riris memutuskan untuk beli buku itu di shopee.
Nah untuk bumil bumil jangan sampe kayak riris ya, pas 7 bulan baru punya buku ini, telat banget. Padahal manfaatnya banyak. Walau kata pepatah, lebih baik telat daripada tidak sama sekali.
Bulan ke 8 kehamilan....
Bulan ini aku minta rujukan utk usg di RS dan bertemu dokter hartoyo, aku mau tau apakah janin baik2 aja atau engga. Tapi sayang, karena pakai bpjs jadi aku ga bisa bawa pulang foto usg nya. 😅
Gapapalah, yg penting kata dokter, bayinya sehat, posisi aman, kepala di bawah, dan air ketuban cukup 😬
Bulan ke 9 kehamilan...
Bulan ini bener2 bulan yang bikin riris keliatan seperti pinguin dewasa 😆
Jalan mulai susah, geser badan pas duduk juga susah, karena si bayi makin besar.
Tapi seneng sih, ngerasa kandungan aman dan baik2 aja. Sudah melewati masa hamil sesantuy ini, ga da mual, ga da ngidam, ga da pusing, ga da stretch mark, ga ada hitam di leher, ga da kaki bengkak, ga da badan bengkak, ga da tangan bengkak, ga da jerawatan, dan ah banyak hal2 santai lain yg aku alami.
Bersyukur banget rasanya bisa masuk ke dalam team hamil kebo.
Hai kebo, thank you ♥️
Itu cerita aku tentang kehamilan di trimester ke 3.
Semoga bermanfaat ya untuk para pembaca. 😆
Timakacih udah meluangkan waktu untuk baca cerita Akoh 😘
Sampai jumpa di judul "Bulan ke sepuluh"
See you....
Bulan ke 4, ke 5 dan ke 6 kehamilan
Bulan ke empat,
Setelah bulan lalu, hanya terlihat kaki tangan kepala. Di bulan ini dokter sudah bisa lihat jenis kelamin bayi yang ada di perut riris. Karena menjelang bulan ramadhan, dokter mengizinkan riris berpuasa bila kuat. Tapi bila tidak kuat, sebaiknya jangan...
Oiya di bulan ini riris mulai suntik TT 1. Karena saat nikah dulu, ga ada suntik menyuntik dari KUA.
Bulan ke lima,
Di bulan ini riris lanjut suntik TT2.
Bulan ini perut mulai terlihat membuncit, beberapa orang yang riris temui mulai mengeluarkan kalimat andalannya
"Wah udah mulai keliatan perutnya."
Di bulan ini si bayi di dalam perut ikut berpuasa, sebulan penuh, tanpa keluhan.
Si calon ibu pun senang karena tidak punya hutang puasa 🤣😂
Bulan ke enam,
Bulan ini kehamilan masih dilewati dengan sangat baik. Semua sehat dan baik2 saja.
Jenis kelamin bayi pun masih tetap, beratnya semakin bertambah tapi anehnya berat badan si ibu tidak bertambah.
Alhamdulillah....
Terima kasih...
Wahai Dzat Yang Maha Kaya...
Bulan ke 1, ke 2, dan ke 3 kehamilan.
Senin, 02 September 2019
Sejak dokter memberitahu kalau saya positif hamil. Saya sangat menunggu keadaan yang sering teman2 saya (ibu hamil senior) ceritakan. Mulai dari mual, ngidam, membenci yang di suka, menyukai yg di benci dan keluhan kehamilan ibu hamil lainnya. Bulan ke 1 ke 2 ke 3 saya belum merasakan semua gejala itu. Alhamdulillah saya masih seperti biasa., masih seperti ketika belum hamil. Tidak ada mual, tidak ada ngidam, tidak ada hal aneh2 lainnya.
Bulan Pertama, 6 Februari 2019
Saat itu melalui USG dokter melihat embrio sudah terbentuk tapi kantungnya belum terlihat karena sangat tipis hanya 0,21 cm, dokter bilang usia kandungan diperkirakan sudah 4 minggu 3 hari. Kemudian dokter meminta saya kembali 2 minggu lagi.
.
Bulan Kedua, 21 Februari 2019
Saya kembali ke ruang dokter Hartoyo setelah menunggu dua minggu, bagi saya saat itu dua minggu terasa sangatlah lama. Kemudian dokter mengatakan kantung sudah semakin jelas terlihat dan menunjukkan bakal calon anak yang ada di dalam kantung tersebut. Beliau meminta saya menjaga asupan makanan, jangan mengangkat beban berat dan jaga kesehatan.
.
Bulan Ketiga, 30 Maret 2019
Saya masih bingung kenapa saya merasa biasa saja, tidak ada hal hal yang katanya akan saya alami selama hamil. Padahal saat itu saya sudah ada di penghujung trimester 1. Dokter mengatakan tidak semua wanita hamil akan berprilaku sama. Melalui USG 2D, dokter mengatakan janin sudah memiliki tangan dan kaki.
Alhamdulillah...
Menggemaskan sekali rasanya...
Bulan lalu, dia masih seperti rambutan.
Kini tangan dan kakinya sudah terlihat melalui USG.
Sekali lagi...
Semesta memberikan kejutan untuk saya.
Semesta Selalu Punya Kejutan
Selasa, 11 Juni 2019
Hallo... kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman pertama ketika tahu kalau saya hamil. 😁
Saat itu tanggal 23 Januari 2019, saya merasa bingung karena tidak kunjung haid. Saya termasuk wanita dengan haid teratur, jadi akan sangat mengkhawatirkan ketika "si dia" datang terlambat. Akhirnya saya memutuskan untuk bertanya ke google, menurut google ada kemungkinan saya hamil tapi baiknya saya menunggu seminggu untuk mengeceknya menggunakan testpack.
Seminggu kemudian saya testpack dan hasilnya satu garis merah. Obaik, saya belum hamil. Sejujurnya saya lega kala itu karena di waktu yang bersamaan saya juga sedang berniat periksa torch bertahap. Saya berencana hamil di bulan Oktober 2019. Tanggal 3 Januari saya sudah periksa toksoplasma di prodia dan rencananya tanggal 7 Februari saya akan tes HSG.
Setelah menunggu dua minggu, saya tak kunjung haid. Akhirnya saya memutuskan membeli testpack lain yang harganya lebih murah dari testpack sebelumnya karena agar supaya apabila hasilnya negatif, ga sayang banget gitu duit kebuang hehe
Eh ternyata garisnya menjadi dua. (Ini janin merakyat sekali ya, pakai testpack mahal tidak terdeteksi, pakai testpack murah malah muncul 2 garis). Tapiiiiii yang terlihat adalah satu garis merah dan yang satu garis pink. Karena saya belum yakin kalau hamil. Akhirnya saya memutuskan untuk periksa ke dokter yang sedang "memantau" saya dalam melakukan tes ini itu ini itu untuk persiapan hamil di bulan Oktober 😂
"Kamu hamil nih, selamat ya. Dijaga mas dan mbak kandungannya. Jangan angkat berat2. Jangan berhubungan suami istri dulu 15 minggu. Jangan makan saos ya. Nih... embrionya keliatan. Tp kantungnya emang masih tipis sih. Nanti kesini aja dua minggu lagi. Kita lihat perkembangannya."
Itu wejangan dokter Hartoyo yang saya ingat ketika beliau menjelaskan sambil usg rahim saya.
"Kok cepet ya, dok. Rencananya Oktober kan". Saya bertanya agak heran karena saya tidak merasakan gejala hamil pada umumnya. Kondisi saya baikbaik saja, masih seperti biasa ketika belum hamil. Dan sekali lagi, saya berencana hamil di bulan Oktober. Tapi Allah Yang Maha Baik memberikan saya kesempatan untuk melahirkan di bulan Oktober bukan hamil di bulan Oktober.
Iya...
Allah sebaik itu pada mahlukNya.
Dan manusia adalah si pembuat rencana yang baik.
Tapi semesta selalu punya banyak kejutan.
Satu Tahun Lalu
Jumat, 24 Agustus 2018
Menujun Akad
Sabtu, 04 Agustus 2018
Dia dalam kami
Rabu, 11 April 2018
Yakini saja!
Senin, 05 Maret 2018
Untuk kamu yang selalu berbaik hati
Selasa, 23 Februari 2016
Sebagai manusia biasa, saya tentu pernah berbuat tidak baik, menyakiti hati seseorang yang baik misalnya.
Pun sebagai manusia yang bertambah usia dan pengalaman, saya bisa berubah dan meletakkan kesalahan saya di sudut terpojok dalam kotak yang dinamakan pengalaman, lalu berjanji untuk tidak akan mengulanginya.
Ketika masih awal saya memakai seragam putih abuabu, saya ingat sekitar 2008 saya pernah menjadi penyebab pilu di hatinya.
Entah sepilu apa ia saat itu karena saya. Tapi hingga detik ini, ia masih menjadi si baik.
Tanpa dendam atau benci. Justru ia yang secara tidak langsung mengajarkan saya untuk selalu berbuat baik.
Ia yang membuat saya percaya kalau tak selalu yang dijahati akan balik membalas kejahatan.
Ia selalu memaafkan, terkadang mengirim candaan tanpa nyinyir, dan ia adalah yang selalu baik.
Hingga sore tadi kami berbicara dengan candaan perihal jodoh, nikah, dan tetekbengeknya.
Untuk kamu yang selalu berbuat baik.
Kamu baik dan akan selalu baik.
Semoga sehat dan bahagia selalu dan semoga cepat dipersatukan dengan jodohnya ya. Sorry, I can’t.
Please invite me when you marriage with her, I’ll be happy there. As your friend, I love you. Always. ^_^
Terserah - Glenn Fredly
Kamis, 17 Desember 2015
Lalu semakin pedih bila mendengar penggalan lirik lagu Glenn Fredly "....terserah kali ini sungguh aku tak kan perduli...."
Ya, apalagi kalau bukan karena kepercayaan yang dirusak dan harapan yang dipecahkan.
Tapi, seiring berjalannya waktu...
Saya bisa berdamai dengan diri sendiri, dengan keadaan, dan dengan semuanya.
Akhirnya saat ini, bila mendengar lagu itu, saya hanya tersenyum kecil dan membatin "dulu gua bego banget ya bisa sampai segitunya".
mereka dalam saya
Selasa, 14 Juli 2015
Jangan mengucapkan “selamat tinggal” tapi ucapkanlah “sampai jumpa”
Senin, 18 Mei 2015
![]() |
| Tulisan di kertas itu kami persembahkan untu Ina |
Hingga jam menunjukan pukul 13.00 artinya kami harus pisah karena yuli harus naik pesawat jam 16.00
Ingatan Tentang....
Senin, 27 April 2015
Ia teringat sarapan yang beberapa kali diantarkan ke rumah tapi ia juga ingat tentang waktu yang teramat jarang diberikan sang pengantar sarapan untuk menikmati alam semesta berdua.
Angin datang untuk mengingatkan tentang udara dingin yang pernah dinikmati berdua dalam perjalanan malam bersama hujan, tapi ingatan tentang dunia pertemanan sang penerobos hujan yang tak pernah ia tahu juga datang untuk mengusiknya.
Let Her Go.... karena katanya Jodoh Pasti Bertemu
Rabu, 22 April 2015
Sebagai temen yang baik, selain memberi semangat... saya juga mencoba untuk memberi saran tapi karena saya sendiri pun sebulan lalu baru saja pataharapan akhirnya saya tidak terlalu banyak memberi saran.
Bagi saya selalu ada hikmah di balik kejadian sepahit apapun. Berbuat salah itu memang jelas akan menyesalkan. Tapi kesalahan akan ada sisi positif jika dijadikan sebagai pelajaran. Dari kesalahan yang pernah tejadi, kita semakin sadar betapa pahit dan mahalnya harga sebuah kesalahan.
Semuanya kembali lagi ke diri sendiri sih.... Apakah kita mau menikmati rasa bersalah ini berlarut-larut atau sesegera mungkin mengabaikannya.
Yang selalu saya ingat dari pelajaran neuroanatomi di kampus adalah Otak bekerja atas izin kita.
Semoga semua bahagia selalu.
Ini mungkin bisa dijadikan pelajaran buat siapapun yang sedang menjaga hati seseorang. Bahagiakan! Jaga ia! Jangan diabaikan.
Sungguh perih bila kita termasuk golongan orang yang merasa memiliki setelah kehilangan.
Pergi Tuan...
Minggu, 22 Maret 2015
Membuat rasa aman, lalu menghancurkan semua harapan.
Setelah meninggalkan lalu kau datang meminta maaf.
Ah... TUAN.
Tuan, sungguh bumi berputar tidak sesantai itu.
Pilu hilang tidak cepat itu.
Ingatan pergi tidak semudah itu.
Tuan tahu? semua yang sudah tertutup seolah terbuka lagi.
Pergi tuan!!! biarkan aku disini...
Tuan pergi saja.
Tak ada guna maaf itu.
Sama halnya seperti Tuan yang tak ada guna untuk datang kembali.

