Kiamat Versi Riris

Selasa, 02 April 2013

21-12-2012 issue-issue kiamat yang terjadi pada hari ini sudah ada dari awal tahun 2012. Saya sebagai orang beragama islam, amat sangat tidak percaya dengan issue ini karena di Alquran jelas tertulis kalau hanya Allah yang tahu kapan kiamat akan datang.

Tapi….. ternyata… ada beberapa kejadian hari ini yang saya anggap sebagai kiamat versi riris.

Sebelumnya, mari kita flash back ke hari kamis sore, saya terpaksa balik ke cikarang walau jumat pagi ada kuliah, tekad sudah bulat untuk balik karena alasan yang cukup konyol, saya mau mengembalikan sepatu ibu yang saya pinjam untuk UAS OM karena sabtu pagi ibu mau pake itu sepatu untuk olahraga, *padahal kan jumat masih bisa lo balikin tuh sepatu?kenapa gitu harus kamis sore?*  ya ya ya bener sih riris masih bisa balikin sepatunya hari jumat agar tidak bolak-balik tapi kan saya mau cuci sepatunya. Beruntung kuliah jam 3 tidak ada dosen dan saya balik ke cikarang naik kereta jam 16.20. Hari kamis masih indah dengan kehidupan saya yang sama seperti kamis-kamis sebelumnya (kuliah, pulang ke cikarang, dijemput babeh), sampai akhirnya saya masih tidur nyenyak malam itu.

Jumat Pagi…… 04.30 WIB

Males banget sebenernya untuk bangun dari tempat tidur, rasa lelah dari badan atas hari kemarin belum pergi meski semalam sudah tidur lebih awal. Tapi berhubung saya jadi penanggungjawab matakuliah statistika dan hari itu ada matakuliah statistika tambahan jam 08.30 jadi saya mencoba melawan rasa malas dengan mengingat muka dosen statistika (biar semangat) , disamping itu juga jam 10 ada UAS matakuliah orientasi baru dalam PLB, butuh waktu 20 menit saya meyakinkan hati untuk tidak malas.

Jam 05.00 orangtua yang ternyata belum pada bangun pun saya abaikan. Semua lampu di rumah saya nyalain supaya rasa takut dan keparnoan  terhadap hal-hal mistis hilang. *Beep* bunyi hp yang menandakan bahwa ada sms masuk, “hari ini jadi kuliah statistika??” dosen sms dan dengan semangatnya saya balas “Jadi pak di 309” tapi semangat luntur saat beliau kembali balas sms  dengan isi “309 dipakai seminar, coba cari ruangan lain, mungkin di 310”. Oh Allah, saya yang udah tahu akan sampai UNJ jam 8.15 udah mulai merasakan hawa BT untuk segera mencari-cari kelas kosong ketika sampai kampus. Akhirnya segera saya mengumpulkan arwah sambil menikmati air dingin kamar mandi yang mendarat ditubuh ini. Cukup 15 menit untuk mandi, pakai baju, menyiapkan semua yang akan saya bawa dan jam 05.30 saya berangkat ke stasiun. Ya seperti biasa, saya lebih memilih naik kereta untuk hemat biaya.

Kereta telat 10 menit mengakibatkan saya telat sampai kampus. Sms dan whatsapp teman-teman mulai ramai mendarat di hp dengan isi yang hampir sama yaitu menanyakan “di ruang berapa kuliah statistika?”. Muka teman-teman terbayang di otak, pasti mereka pada duduk di loby selama belum dapet ruangan.
Sabar… sabar… saya yang biasanya  ngedumel kalo sopir metromini ngebut, sekarang malah berdoa biar ini sopir ngebut tanpa ngerem kalo perlu, agar saya cepat sampai kampus.

08.20 saya sampai kampus, turun metromini, segera lari-lari melewatin jembatan penyebrangan, melewatin gedung G,  fakultas bahasa dan sastra, etc. Dengan aura yang tidak indah akhirnya saya sampai fip, buru-buru naik ke lantai 3 untuk menemu teman yang pada duduk ngampar di loby lantai 3, disana teman-teman sudah pada menunggu, tatapan mereka seakan-akan bertanya “kita kuliah dimana ini woy”, tanpa sempet minta maaf ke mereka, saya langsung lari-lari mencari ruangan, dan benar kata orang kalau tidak ada usaha yang sia-sia, terbukti setelah saya heboh mondar-mandir akhirnya saya berhasil menemukan kelas tak berpenghuni di 327, meskipun bukan ruangan plb tapi lumayan lah bisa saya pakai sebentar untuk kuliah statistika. Lcd, kabel, buku absen sudah siap. Tapi… dosen???? Ya, mana ini dosen, saya belum melihat batang hidungnya dari tadi. Akhirnya dengan sabar saya menunggu beliau depan kajur.

Cukup lama saya menunggu hingga jenuh dan memutuskan untuk balik lagi ke kelas, di kelas teman-teman sudah heboh dengan pembicaraan mereka masing-masing, sampai akhirnya jam 09.30 dosen  datang. Ya ampun si bapak, entah apa yang membuat dia datang telat. Posisi meja yang tidak tepat membuat saya harus mendorong-dorong meja agar deket dengan stopkontak, maklum lah dosen ini selalu charger laptopnya ketika menjelaskan materi. Tubuh yang mulai capek saya abaikan ketika saya sadar jika beliau juga butuh kabel rol, tapi kabel rol habis di jurusan, saya sudah memberikan penjelasan ke dosen tersebut dan beliau malah nyuruh saya untuk tetap mencari kabel rol yang tidak terpakai di jurusan.  Lagi!!! saya pun turun ke lantai 2 sembari lari-lari hanya untuk sebuah kabel rol. Alhamdulillah saya mendapatkan ini kabel, meskipun harus memelas ke dosen lain untuk meminjamnya. saya sudah senyum sumringah di bangku seakan siap menerima kuliah pagi itu, tapi senyum saya hanya berlangsung beberapa detik, setelah saya tau bahwa kabel lcd nya rusak, ya saya pun akhirnya ke TU (ke bawah lagi) buat minjem kabel lcd, apesnya, kabel di TU habis dan finally kita kuliah statistika tidak pakai lcd, kuliah buta, dosen hanya ngoceh di depan kita, dan kita hanya bisa menghayal tentang angka-angka itu. Sadar akan suasana kelas yang tidak nyaman, dosen pun mengakhiri kuliah hari itu. Hebat…..!!!! yang sudah naik turun, sudah lari, sudah melas demi berlangsungnya ini kuliah, ternyata kuliah hanya berlangsung 15 menit dan dosen minta ganti perkuliahan hari itu. Kesepakatan dengan teman-temanpun terjadi, kita adakan kuliah pengganti 7 januari jam 10.

Kelelahan ini sedikit terobati setelah saya tahu kalau uas ob itu take home, tadinya saya mau langsung pulang naik kereta jam 2 tapi karena dosen statistik minta untuk menemui dia untuk memberikan tugas sebagai nilai uas, akhirnya saya memutuskan untuk balik ke cikarang jam 4. Setelah dzuhur saya standby di depan kajur menunggu sang dosen, mondar-mandir macam hansip dikajur, longokan pertama beliau lagi makan, longokan kedua beliau lagi memberi tanda-tangan ke mahasiswi lain, longokan ketiga akhirnya saya berhasil menemui beliau, beliau yang lupa meletakkan kertas print-an dimana membuat saya dan salah seorang temen mengikuti beliau yang lagi mondar-mandir mencari kertas printan. Ternyata hari itu juga beliau minta tugas itu di fotocopy, alhasil meskipun hujan, saya tetap ketukang fotokopi pake payung. Dan…. selesailah urusan dengan beliau.

saya menunggu waktu jam 3 sambil buka youtube melihat film 3 hati, 2 dunia, 1 cinta, internet yang tidak lemot dan hujan diluar membuat saya betah di kampus hingga malas untuk balik ke cikarang, saya pun galau hendak naik kereta jam 4 atau jam 6. Setelah bergalau-galau ria akhirnya saya memutuskan untuk naik kereta jam 4 karena kereta jam 6 pasti akan sesak banget. 15.15 saya cabut balik, agak telat saya ke stasiunnya dengan harapan ngga ketinggalan kereta. Pas sampe pertigaan jalan menuju teknik mesin, JENGGG JENGG ternyata disana banjir, saya yang saat itu harus buru-buru ke kemayoran akhirnya dengan tangguh menerobos banjir, ya sama seperti mahasiswa lain yang kayaknya menggunakan kata mau ngga mau, tidak perduli apapun yang terjadi, saka angkat celana hingga sebatas lutut, tas dan sepatu dijinjing, saya jalan pelan-pelan agar tidak masuk got, setiap ada mobil lewat saya coba untuk minggir mendekati got agar air tidak mengenai lutut, maklumlah saya termasuk wanita dengan badan mini sehingga saya lebih dalam terendam air banjir ketimbang orang lain yang badannya tinggi. Alon-alon asal kelakon, oke kata-kata itu berhasil memotivasi saya saat itu dan berhasil membuat saya melewati banjir hingga akhirnya naik metromini 47 menuju terminal senen.

Hujan yang baru reda membuat metromini penuh penumpang, saya sendiri tidak kebagian duduk dan terpaksa berdiri di belakang, metromini melaju seperti biasa, santai saat tidak ada lawan dan heboh ketikan ada lawan, saya dan penumpang lain pun berusaha menyamankan diri di dalam  bus yang tarifnya jauh dekat 2000perak itu. Metromini sudah sampai di cempaka putih yang saat itu juga ternyata lagi terendam banjir, akhirnya saya membaca surat-surat pendek di dalam bus agar metromini yang nekat nerobos banjir tidak mati mesinnya karena kalau sampai hal itu terjadi sudah pasti sang sopir akan menurunkan saya di cempaka putih. Alhamdulillah mungkin berkat ridho Allah juga berkat doa seluruh penumpang juga berkat kepintaran abang-abang menghitung tinggi bus dan tinggi air banjir sehingga berhasillah penumpang metromini 47 melewati banjir di cempaka putih dengan selamat sehat sejahtera mawadah warahmah.

Dan… taraaa….

Sampailah saya di terminal senen, karena tekad untuk mengejar kereta, sampai sana (terminal senen) saya terpaksa harus lari-lari mengejar metromini P11 yang siap meninggalkan terminal dan sudah penuh penumpang itu, untungnya jalanan senen-kemayoran tidaklah macet, turun dari metromini saya merasakan tatapan kereta odong-odong yang sedang menunggu kereta lain lewat, tatapan kereta yang seakan berkata “cepetan ris, lari!!!lari!!!mumpung gue lagi ditahan nih”. Untuk kesekian kalinya saya lari menuju loket yang sepi tanpa antrian, bener aja pas banget kaki kanan naik kereta, itu kereta sudah menyalakan klakson dan siap melaju kencang, saya pun segera mencari tempat duduk yang kosong, Alhamdulillah dapet duduk dan keburu juga naik kereta, rasanya capek banget harus lari-larian tadi.

Di kereta suasana seperti biasanya, ada orang yang diem aja karena ngga ada temen ngobrol contohnya saya, ada yang heboh ngerumpi dengan genk-nya (ya maklum saja, kereta api local menuju cikampek ini hanya berangkat di jam-jam tertentu, sehingga kalau orang yang setiap hari naik ini kereta biasanya sih  memiliki genk tersendiri) , ada juga yang sok akrab berbincang dengan orang disebelahnya. tidak terasa kereta udah sampai stasiun cikarang, satu stasiun lagi saya turun, dan ritualnya sih kalo sudah sampai di stasiun ini, saya selalu sms babeh minta jemput.

“pak, riris udah di cikarang”, sms saya ke babeh, dengan harapan di bales “ya” sama beliau.
Tapiiiiiii SALAH, kali ini kurang beruntung. “iya, naik angkot ya mbak, ujan, bapak males, jalan becek”
Woooooowwww babeh… aku capek banget hari ini dan tega nian dirimu *teriak dalam hati sambil hembuskan nafas*

Sempet setan berbisik di telinga gue “makanya jangan kelamaan jadi jomblo, nyaman banget hidup sendiri, Punya pacar juga perlu kali, kalo babeh lo ngga bisa jemput, terus sekarang lo mau minta jemput siapa?? Tukang ojek kudu bayar, sopir pribadi punya mobil aja ngga. Emang enak…” halah…. saya jadi ngomelin diri sendiri. Dengan kelapangan hati saya meng-iya-kan perintah babeh.

Badan capek, ngantuk, laper, dingin, sepi, semuanya deh berasa banget malem itu. Di angkot pun penumpang hanya diam-diaman karena tidak saling mengenal. Akhirnya saya sampai rumah dengan selamat dan seribu keluh kesah di hari ini 21 desember 2012. 

Hari ini terbukti banget kalau issue-issue di luar sana tidak benar mengenai kiamat besar, tapi benar mengenai kiamat kecil, ya kiamat versi riris.
Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari cerita diatas….
Ya kalau pun tidak ada hikmahnya, coba deh dipikir-pikir lagi, yakali ada hikmahnya cuma kalian kurang teliti nyarinya.
Tapi kalo benar-benar tidak ada hikmahnya, ya semoga anda tidak menyesel ya karena sudah membaca tulisan ini.
Nah kalo tidak ada hikmahnya dan nyesel baca tulisan ini, itu berarti anda sensi dengan saya.
Sampai jumpa.  Terima kasih

Cinta Yang Bersyarat

Cinta yang bersyarat mengantarkanku ke ujung jalan ini
Lalu memaksaku memilih jalan yang kejam
Cinta yang bersyarat menjadikan ku enggan melihat hati
Lalu enggan bertanya pada hati dan enggan mengikuti kata hati
Cinta yang bersyarat membuatku takut untuk melanjutkannya
Membuat si logika selalu bertentangan dengan hati dan memenangkan pertempuran dengan bengisnya
Cinta yang bersyarat selalu berhasil membuatku angkuh
Semua ini tentang ras, tentang pendidikan,  tentang latar belakang keluarga, tentang kehidupan
Cinta yang bersyarat seakan memandang bengis kejujuran hati
Lalu  mengabaikan rasa, mengabaikan kenyamanan, dan mengabaikan kesetiaan.
Bertahun-tahun cinta yang bersyarat ini  masih dikuasai si logika
Hingga ia masih mampu berdiri tegak, masih sanggup mengubur semua isi hati, masih bisa tak mendengar semua kata hati
Terlampau lama cinta yang bersyarat ini bertahan dan terlanjur ku pilih, hingga sudah semakin jauh melangkah
Aku pergi dengan keangkuhan, dengan omong kosong,  dengan logika yang kubanggakan, dan dengan ketidakbenaran sejati
Pergi meninggalkan sesuatu yang (mungkin)  berharga
Maaf tuan karena cinta ini akan selalu bersyarat.

Sedikit kata untuk kawan terbaik

Selasa, 20 November 2012

Salah satu sahabat terbaik gue dengan baiknya meluangkan waktu untuk menulis sedikit cerita tentang gue pada blognya ( http://lukisanceritaqifritz.blogspot.com/2012/02/best-friend-forever.html ) jadi ngerasa terpesona, tersanjung, terharu, ingin nangis mendayu-dayu, tertawa lucu dan seneng banget sih ada orang yang begitu baik dengan gue.
Ini catetan gue tulis ketika gue lagi ga ada kerjaan pas malam minggu tanggal 6 oktober 2012 (maklum lah ya jomblo) niatnya untuk balas dendam karena dia udah nulis banyak hal tentang gue di blog nya. Disini Gue mau berbagi kisah dan kenalin seorang kawan gue, kita udah temenan dari zaman belum punya dosa (SD), zaman masih puber (SMP), zaman ngga jelas (SMA) sampe hari ini (mahasiswi), esok (Ibu rumah tangga),nanti (nenek-nenek), dan sampai habis waktu (meninggal). “Insyallah”
Awalnya gue mau nge-post nih catetan hari itu juga tapi setelah gue inget kalau bulan depan dia ulang tahun , gue pun menundanya hingga tanggal 21 november. Anggaplah ini salah satu hadiah tak langsung dari gue buat dia.
Dia adalah Nofitria Nur Ekawati, gue biasa manggil dia dengan sebutan nofitria atau nof atau kepredd, salah satu alasan gue manggil dia kepredd karena salah satu nickname dia di jejaring social menggunakan nama alay yaitu “Qiftirtz”.
Gadis lembut dari keturunan Jawa tulen, lahir di salatiga 21 november 1992. Memiliki Bapak & ibu yang sama-sama orang salatiga. Cewek satu ini memiliki sifat pendiam untuk sebagian orang dan gak gampang marah (sabar banget).
Kita satu sekolah sejak sama-sama sekolah di  SDN Mekar Mukti 06  dan menjadi teman dekat sejak SD pula, sekelas waktu kelas 1 SD namun baru berteman ketika kelas 2 SD. Kami tinggal dikompleks perumahan (cikarang baru) yang sama. Gue tinggal di jalan kedasih, nofitria tinggal di jalan merak, jadi makin akrablah kita. Ketika SMP, nofitria sekolah di SMP Negeri 4 Cikarang Utara sedangkan gue menuntut ilmu di SMP Negeri 2 Cikarang Utara. Begitu juga SMA, gue berjodoh dengan SMA Negeri 2 Cikarang Utara dan Nofitria di SMA Negeri 1 cikarang Pusat. Saat ini kami kuliah di jurusan dan tempat yang berbeda pula, gue ambil jurusan pendidikan luar biasa di Universitas Negeri Jakarta, Nofitria ambil jurusan akutansi di Politeknik Negeri Jakarta.  Meski selalu berada di tempat berbeda kami selalu berusaha untuk menjaga persahabatan, untuk tidak meninggalkan teman lama ketika ada teman baru. Meskipun kami pernah hilang kontak karena suatu hal, namun kami masih dipertemukan sebagai sahabat dan masih diizinkan Allah SWT untuk saling melengkapi.
Inilah sedikit banyak yang gue tau tentang nofitria nur ekawati-niwinibiti :
1st  nofitria suka banget sama benda yang berbentuk atau bergambar sepongebob. Dia punya tas, pulpen, tempat kacamata, sandal, dompet, dan masih banyak lagi benda-benda yang ada gambar spongebobnya. Eh tapi sandal spongebob kesayangnnya udah raib diambil orang, kasian deh dia harus merelakan benda koleksinya hilang.
2nd  cewek yang lembut dan sabar banget. Seumur-umur jadi sahabatnya, gue belum pernah liat dia marah dengan bentak-bentak, jangankan marah-marah ngeliat dia teriak aja gue belom pernah, pokoknya lembut banget deh, dia lebih suka diam lalu nangis (sendirian) jika sedang kesal. Bertolak belakang banget sifat dia yang satu ini ama sifat gue.
3rd kalau lagi tidur dikamarnya, bebawaannya banyak banget lho… dari mulai boneka spongebob, selimut, bantal 2, guling 1. Dulu bahkan dia sempet tidur bawa-bawa cangkir gitu tapi sekarang itu cangkir udah dimusnahkan mungkin.
4th dia yang selalu mengenalkan gue tentang dunia maya. Awalnya gue sering banget nemenin dia ke warnet cuma buat otak-atik friendsternya,waktu itu sih gue ga terlalu tertarik ama fs jadi gue masih slow aja masang tampang dongo kalo lagi nemenin dia buka fs di warnet. Kemudian seiring berjalannya waktu dan musnahnya fs, gue juga masih setia nemenin dia buat buka facebook di warnet daerah deket rumah  tapi berhubung waktu itu fb lagi buming banget jadi gue ikutan bikin deh dan dengan baik hatinya dia bikini gue fb dan ajarin gue cara makenye (update status, nge-like, coment, dan blablabla). Terus berhubung fb juga udah kalah tenar ama twitter, jadilah dia buat twitter dan lagi-lagi gue mupeng liat dia make twitter dan lagi lagi pula gue minta tolong dia untuk dibuatin twitter. Dan terakhir blog, kalo blog sih gue bikin sendiri lho yaaaa….. cuman alasan gue bikin blog ya gara-gara mupeng aja liat dia suka nulis-nulis something di blognya.
6th jago gambar. Zaman SD kalo ada pelajaran gambar, gak jarang gue minta tolong dia untuk gambarin gue, biasanya gue minta gambarin pantai, batu, ombak, ya gitu deh gambar standarnya anak SD. Dan dengan baik hatinya sahabat gue ini mau gambarin gue dengan gratis. J alhasil guru gue ga tau kalo sebenernya gue gak bisa gambar.
7th ga terlalu suka pedes. Kalo lagi jajan atau makan bersama, pasti deh cewek satu ini gak terlalu suka sama makanan yang kelewat pedes (versi dia), langsung deh keringetan, dan berkali-kali bilang “pedes ya…” padahal itu makanan pedesnya standar (menurut gue).
8th hobby banget diem. Kalo lagi ngumpul terus ketawa-ketawa, eh tiba-tiba dia diem (minimal lebih dari 20 menit) itu tandanya dia sakit perut, BT, Marah, atau laper. Kalo lagi jalan-jalan ama gue, gue nya heboh dan mendadak dia diem ga bersemangat (minimal lebih dari 25 menit) itu tandanya dia kecapean dan butuh waktu buat istirahat duduk. Dan hal itu sering banget bikin gue BT. Ga seru kalo gue heboh sendirian jadi gue jadi ikutan diemdeh. Nah, menurut cerita dia, kalo lagi marah ama pacar, dia bukannya maki-maki atau marah-marah tapi malah diem. Mungkin teman gue ini menganut paham, “diam itu emas atau bagi wanita suara itu aurat”. Entahlah….
9th suka cowok tinggi dan pinter. Berhubung nofitria punya badan yang tinggi, jadi dia suka banget sama cowok yang lebih tinggi dari dia dan cowok yang pinter mungkin karena dia mahasiswi akutansi kali ya, biar bisa mengimbangi pola pikir dia.
10th orang yang paling gampang capek. Ini menurut pengamatan gue. Masa badannya sakit-sakit abis olahraga dan dia malah jatoh sakit karena udah lama ga olahraga. Pernah juga suatu hari gue ngajak dia naik angkot main ke SMP gue dan keluarlah kata ‘capek’ dari mulutnya, padahal jarak dari rumah ke SMP kalo naek angkot cuma 40 menit, mungkin karena saat itu dia ga biasa naik angkot kali ya. Dan kalo jalan-jalan pun gue harus menyempatkan diri untuk sering-sering duduk. Tapi setelah gue analisis, kesimpulannya emang karena sifat kita yang ini juga beda, dia orang yang ga terlalu heboh dan ga agresif. Nah nah nah sedangkan gue malah kebalikannya. Makanya gue beranggapan kalo dia gampang capek. haha
Masih ada sih aib-aib dia yang lain cuman gue kasih taunya 10 aja ya, biar tahun depan bisa lanjut bikin tulisan tentang dia. Sekarang kita bahas Hal terindah yang pernah gue dan mba fitri lakukan bersama :
1.    Gue dan mega (salah satu sahabat kami juga) pernah nginep di rumah fitri karena dia sendirian di rumah setelah keluarganya pada ke jawa dikarenakan ada yang meninggal. Padahal gue sama sekali ga boleh nginep-nginepan ama babeh gue, eh untung bapaknya nofitira datang langsung ke rumah gue minta tolong gue buat nemenin dia yang ga bisa ikut ke jawa karena ada ulangan di sekolah. Jadi babeh gue pun ngasih izin nginep ke gue. Setelah gue nemenin dia nginep,eh gue di kasih brownis deh ama om Eko :D ucapan terimakasih yang manis sekali.
2.    Gue juga pernah lhooo angkatin jemuran dan ngeluarin aer yang mulai menggenangi dapurnya ketika hujan deras. Jadi waktu itu rumah nofitria bagian dapur belom kelar di renovasi, masih ada bagian belakang melompong (buat tempat jemuran). Kemudian turunlah hujan deras di cikarang baru, berhubung orangtua dia ga ada di rumah dan saat itu gue lagi maen di rumah dia, kena deh gue, mega, dan dia heboh angkatin jemuran dan heboh ngeluarin air yang mulai menggenangi dapurnya.
3.    Nonton bareng film surat kecil untuk Tuhan (SKUT). Waktu lagi tenar-tenarnya ini film, sebenernya gue salah satu orang yang anti nonton film bioskop kalo ga dibayarin pacar, tapi berhubung ini kesempatan langka dimana kita bertiga ada waktu buat nonton bareng, akhirnya pergilah gue ke bioskop berbekal gue hasutan mereka berdua (nofitria & mega). Anehnya, karena gue ga terlalu suka film lebay, jadi ketika mereka nangis terharu, gue malah ketawa-ketawa karena diajak smsan sama temen.
4.    Zaman SD kita cenderung murid yang biasa-biasa aja. Ya zaman SD kami bukan siswa yang pinter, bukan juga yang bodoh, juga bukan siswa yang terkenal. Ga tau kenapa, mungkin karena kita dulu kita masih polos banget kali ya kayak kaos kutang.
5.    Sebelum bioskop buka, gue, dia, dan adiknya udah ngedeprok di depan 21 hanya untuk nonton film harry potter yang versi terakhir. Niat banget nonton  dan sanking takutnya keabisan tiket jadi kita ikhlas duduk ngedeprok nunggu bioskop buka.
6.     Dia pernah lho nginep di rumah nenek gue. Awalnya gue iseng ga ngapa-ngapain di matraman dan pergilah gue main ke kost dia, pas mau pulang dan bertepatan dengan malam minggu, akhirnya gue menghasut dia untuk nginep di matraman, kita yang saat itu sama-sama sedang single pergi naik kereta ke matraman, sampai di stasiun manggarai gue memutuskan untuk ngajak naik bemo, selain harga lebih murah kalo dibandingin ama bajaj, gue juga baru inget kalo sahabat gue ini belom pernah naik bemo. Dan bener kan dia heboh banget pas lampu bus transjakarta nyorot bemo yang kita naekin, secara gitu ya naik bemo kan lewat belakang jadi kalo naek bemo ngadep belakang tuh berasa banget kayak mau ditabrak mobil lain.
7.    Selalu menjadi teman setia saat suka dan duka, ini yang paling gue suka, kita berdua itu selalu meluangkan waktu jika bisa ketemu, walau hanya beberapa jam, setidaknya kami selalu menyempatkan diri untuk bercerita berbagi pengalaman, ga cuma cerita-cerita sedih tapi juga cerita kocak yang bisa bikin ngakak (senang) , cerita tentang kehidupan kita masing-masing termasuk cerita cinta *maklum lah ya anak muda*. Biasanya sih ngerumpinya di rumah gue, tapi pernah kok sesekali gue yang ke rumah dia, gantianlah biar seimbang, sama-sama mengunjungi.

Cuma itu yang bisa gue certain tentang kami, bukan karena gue lupa tapi karena cerita yang lain udah keduluan diceritain ama mpok fitri di blog nya. Kan bakal jadi basi banget kalo gue juga nulis cerita yang sama di blog gue. Jadi bagi yang penasaran tentang persahabatan kita, silahkan cek blognya nofitria yang alamatnya udah gue sebutin di awal tadi. Semoga bisa mengobati ke penasaran kalian

Sekian banyak perbedaan kita  tapi kita masih akan tetap bersahabat, bagi gue manusia hidup untuk saling melengkapi bukan untuk saling mencocokan.

selamat umur baru kawan, semoga berkah, tambah rezeki, tambah ilmu, tambah solehah, tambah pahala, tambah dewasa, dan tambah-tambah hal positif lainnya. Semoga kita akan tetap berkawan hingga malaikat pencabut nyawa datang menghampiri kita. Kenanglah setiap kisah pertemanan kita yang terindah, ingatlah yang tersedih dan jangan abaikan yang terpahit. Semoga kita masih dapat saling mengingatkan, saling menegur, dan saling melengkapi.”

Selamat umur baru Nofitria Nur Ekawati J

Terimakasih, engkau masih tetap bertahan menjadi sahabatku. Ikhlaskan dan maafkanlah segala khilaf dan salahku. Seperti pohon yang selalu mengikhlaskan daunnya berjatuhan dan selalu memaafkan tiupan angin yang mengganggunya.

Mantan = Album Kenangan

Minggu, 07 Oktober 2012

Drettt….. drreeettt…..  Hp saya bergetar tampak 1 pesan masuk yang seakan-akan meminta untuk segera dibaca.
“ris, penyakit gue kambuh lagi” begitulah isi pesan singkat yang dikirim salah satu teman saya ketika SMA. Saya dengan cowok ini memang suka beberapa kali saling tukar pendapat, jadi tanpa panjang lebar dia menjelaskan tentang “penyakitnya” saya sudah paham apa maksud smsnya dan percakapan via pesan singkat pun dimulai.
“emang lo masih belum nemu yang pas ama hati lo??”, pertanyaan bodoh yang harusnya tidak saya tanyakan menjadi pertanda kalau saya siap mendengerkan curhatan dia.
“ketika ada yang menawarkan cinta, gue masih ngga mau membuka hati. Tapi ketika ada yang jelas-jelas mengabaikan cinta gue, hati gue tetep buat dia, mungkin gue ini bodoh”  keluhnya yang bingung dengan perasaannya sendiri dan berharap sms balasan dari saya bisa membantunya.
Seketika saya melamun di depan TV, mengabaikan kucing yang ingin bercanda, mengabaikan nenek yang ada dan mengabaikan acara Tv yang sedang saya liat. Saya berusaha memposisikan jika saya ada di pihak dia, tanpa maksud  menggurui, saya mencoba memberikan solusi yang klise, “lo ga bodoh, manusiawi lah jika kita mengikuti hati nurani. Tapi lo mau sampe kapan begini terus? coba cari kesibukan biar lo lupa ama dia ”.
Dan lagi-lagi sms saya belum bisa membantunya, “gue udah sibuk ris, dari senen sampe minggu gue selalu punya acara diluar rumah, tapi ketika ada waktu untuk istirahat terkadang penyakit ini kambuh lagi dan gue ga tau harus ngapain”. Kali ini saya lupa kalau teman saya ini memang sudah jadi orang yang sibuk banget.
Oke oke mungkin saya harus lebih konsentrasi agar bisa memberi solusi ke dia. Mencoba untuk membolak-balik otak, mengkerutkan kening, dan sekali lagi mikir apa yang akan saya lakukan jika ada di posisi dia.
Lalu…….
Berbekal kegigihan saya untuk mengabaikan mantan, saya mencoba menerapkan cara itu ke teman  yang dari tadi mungkin menunggu balasan sms saya,
“anggap saja dia (mantan) seperti sebuah album kenangan, sebuah album yang berisi foto-foto (kenangan-kenangan) masa lalu yang bisa kita lihat (ingat) kapanpun ketika kita sedang merindukannya, kemudian dapat kita tutup ketika semua foto sudah selesai kita lihat, lalu simpanlah kembali album itu tanpa harus mengganggu kehidupan saat ini.” Sms saya pun terkirim lancar tanpa hambatan dari operator.
Curhatan singkatpun selesai, dan ditutup dengan sms dari temen, “thanks ris, semoga bermanfaat, gue akan coba”. Dan malalm itu jadi gantian saya yang inget mantan ha ha ha

Mimpi yang sama, rasa yang sama, doa yang sama, dan saya lelah

Sabtu, 04 Agustus 2012

Ramadhan sudah berjalan 15 hari dan selama itu saya mendapat mimpi yang membuat saya lelah, membuat saya bingung menafsirkan arti, dan membuat saya takut untuk tidur tiap hari. saya bukan mimpi tentang hantu, bukan mimpi dicabut nyawa, bukan mimpi dapet adzab kubur, dan bukan juga  mimpi dikejar 1000 anjing. Mimpi saya sederhana, sederhana banget sebenernya, tapi menjadi tidak sederhana karena saya memimpikan orang yang pernah sangat berarti di hidup saya.

Layaknya manusia pada umumnya saya juga pernah merasakan “kasih sayang” dari kaum adam seusia saya yang tidak ada hubungan darah dengan saya. Kami pernah saling menyayangi juga menyakiti, saling jujur juga bohong, saling menatap juga acuh, dan saling-saling yang lainnya dalam hubungan yang berlangsung cukup lama bagi saya. Hingga suatu hari datang rasa lelah dan saya mengajak dia berhenti melakukan “saling-saling”, akhirnya malam itu kami sepakat untuk menjalani dan menikmati hidup masing-masing.

Awalnya tidak mudah untuk terbiasa tetapi menjadi mudah karena saya yakin bisa. Seperti proses menyayanginya yang cukup lama, proses mengabaikannya pun membutuhkan waktu cukup lama. Hingga detik ini pun saya masih sedang terus belajar untuk menjadi dewasa karena hal ini.

Tapi saya belum mengerti mengapa selama ramadhan tiba-tiba saya memimpikan dia, rasanya hati lelah selama 15 hari mimpiin orang yang sama apalagi orang itu pernah berarti dalam hidup saya, orang yang pernah mengisi hari-hari saya, dan orang yang sudah diabaikan. Walaupun saya sudah berdoa sebelum tidur dan doa pas shalat biar dia tidak datang di mimpi saya tapi sayangnya saya masih harus menikmati wajahnya di alam mimpi, semoga mimpi di esok hari tidak ada dia lagi.

Ini proses yang harus saya jalan dan ini pasti pengalaman berharga yang akan membuat saya semakin dewasa. Tapi ini benar-benar melelahkan.
Saya sudah mengabaikan rasa
Tapi dalam sekejap menjadi teringat semua
Kala mimpi datang dan saya tak mengerti makna
Akhirnya lelah yang terasa 

Love Is Unseen by Khalil Gibran

Kamis, 03 Mei 2012


.

Are you in love with someone?

when you are together with that special someone, you pretend to ignore that person, but when that special someone is not around you, you might look around to find them. At that moment, you are in love.

Although there is someone else who always makes you laugh, your eyes and attention might go only to that special someone. Then, you are in love.

If you are much more excited for one short e-mail from that special someone than other many long e-mails, you are in love.

When you get a couple of free movie tickets, you would not hesitate to think of that special someone. Then, you are in love.

You keep telling yourself, "that special someone is just a friend", but you realize that you can not avoid that person's special attraction. at that moment, you are in love.

While you are reading this e-mail, if someone appears in your mind,then you are in love with that person.


Love Is Unseen

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT...
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan..
Ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan...
Tapi ingatlah...
melepaskan BUKAN akhir dari dunia..
melainkan awal suatu kehidupan baru..
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
Mereka yang tersakiti,
mereka yang telah mencari...
dan mereka yang telah mencoba..
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka...



CINTA yang AGUNG

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu' 
Apabila cinta tidak berhasil...
BEBASKAN dirimu...
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah...
bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
tapi..
ketika cinta itu mati..
kamu TIDAK perlu mati bersamanya...
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh



TEMAN SEJATI...

mengerti ketika kamu berkata 'Aku lupa..
'Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'Tunggu sebentar' 
Tetap tinggalketika kamu berkata 'Tinggalkan aku sendiri'
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata 'Bolehkah saya masuk?



'MENCINTAI...

BUKANlah bagaimana kamu melupakan.. melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN..
BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan.. melainkan bagaimana kamu MENGERTI..
BUKANlah apa yang kamu lihat.. melainkan apa yang kamu RASAKAN..
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan.. melainkan bagaimana kamu BERTAHAN..

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati... dibandingkan menangis tersedu2...
Air mata yang keluar dapat dihapus.. sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang..

Akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia, apabila kita melepaskannya.

Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang,
jangan lepaskan dia..
jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar-benar mencintai MELAINKAN...
BERJUANGLAH demi cintamu
itulah CINTA SEJATI
lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan daripada berjalan bersama orang yang tersedia
lebih baik menunggu orang yang kamu cintai daripada orang yang berada disekelilingmu
lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlallu singkat untuk dibuang hanya dengan seseorang yang tidak tepat

Jakarta tak seramah Jogja

Kamis, 15 Maret 2012


Sabtu pagi saya dari matraman sudah semangat untuk  pulang ke Cikarang dan memilih untuk naik kereta dari stasiun senen. Ketika sedang menunggu kereta datang, duduk pula seorang ibu di samping kanan saya beserta tas gendong dan seorang anak laki-laki. Percakapan sederhana dimulai dari ibu tersebut, dari mulai nanya tentang mau kemana dan naik kereta jam berapa sampai akhirnya dia pun curhat. Sempat kepikiran sih "Duh kepo banget ya nih ibu….. " tapi mungkin saat itu si ibu sedang butuh teman ngobrol.

Akhirnya tanpa ragu beliau menceritakan banyak hal termasuk pendapatnya tentang Jakarta.  “saya dari lampung, eh di kapal saya di hipnotis, barang-barang saya semua diambil, nih tinggal sisa baju kotor, saya dari malam disini, dianterin pak polisi, Cuma dikasih air minum sama roti, saya dianter kesini soalnya saya mau nunggu suami saya jemput kesini, suami saya naik kereta dari jogja katanya berhenti di stasiun senen.” Dengan wajah melas si ibu bercerita pada saya.

Baru nganggut-nganggut, belum sempat saya berbicara, si ibu mulai bercerita lagi, “Jakarta mah beda ya sama jogja.  ditulisnya ke kamar mandi gratis tapi ternyata bayar, saya ga punya uang sampe dikejar-kejar, untung ada bapak-bapak baik bayarin saya. Saya bener-bener ga punya uang dek, ini aja saya belum makan, mau minta makan di warung saya takut, habis di sini orangnya ga kayak di jogja, kalau di jogja mah dek saya baru buka warung ada yang minta saya kasih, gapapa belum dapet penglaris, yang penting saya ikhlas, kalau disini ke kamar mandi ga bayar aja dikejar-kejar padahal saya ga punya uang, apalagi minta makan di warung ya dek.”

Percaya tidak percaya sih dengar cerita si ibu tapi saya coba untuk berfikir positif dan….  “iya bu kalau di jatinegara kamar madi gratis, Cuma saya ga tau kenapa kalau di senen di suruh bayar. Hm… ya udah yang ikhlas aja bu nanti mungkin dapet ganti yang lebih besar dari yang hilang.”

Pas banget selesai si ibu curhat, kereta yang saya tunggu-tunggu datang. Akhirnya saya pergi duluan dengan memberikan sedikit bantuan untuk ibu itu. Ya walau saya tidak tahu si ibu mengarang cerita atau tidak, tapi biarlah pikir positif aja, dia beneran ya semoga jadi berkah itu bantuan, tapi kalau dia bohong ya dia yang dosa dan haramlah bantuan dari saya untuknya.

Dari pengalaman saya mendengar curahan hati si ibu. saya coba untuk mengubah sudut pandang masyarakat ‘awam’  tentang Jakarta. Sebagai orang Indonesia, yang memiliki keturunan jawa – betawi. Ibu saya asli betawi dan bapak asli jawa, saya masih merasa sangat tidak terima jika ada orang berpendapat yang jelek-jelek tentang kota kelahiran saya ini. Hidup saya memang besar di cikarang, darah saya ada campuran darah jawa, tapi jiwa saya tetaplah Jakarta karena setiap tahun saya pasti lebaran di Jakarta dan semua keluarga ibu ada disini.  That’s why.

Jakarta itu  sama aja dengan daerah ibu kota lain. 
Orang betawi tuh jarang ada yang pelit, emang sih mereka umumnya kalau ngomong blak-blakan tapi sebenernya hati mah baik banget. Biarpun mereka lagi ngedumel tapi itu tuh cuma emosi sesaat, walau tampang mereka suka agak judes tapi sebenernya mereka tuh ramah. Walau suara mereka menggelegar tapi hati mereka mah kalem. Sebenarnya ini hanya masalah kekeliruan sudut pandang, atau hanya masalah sugesti, sugesti orang-orang tentang masyarakat Jakarta yang ‘berbahaya’. Sebenarnya yang mereka lihat itu justru bukan orang betawi, itu hanya masyarakat pendatang.

Banyak sih sebenernya sudut pandang negatif tentang Jakarta, tapi Cuma itu aja yang mau saya bahas. Dan sekali lagi, Jakarta itu sebenarnya ramah sama seperti jogja, hanya warga pendatang yang membuatnya menjadi tidak ramah, dan karena sudut pandang yang keliru yang mengakibatkan Jakarta menjadi kurang baik. Orang betawi tuh ramah walau blak-blakan, Jakarta tuh ga macet kalau warga pendatang kemana-mana ga naik mobil pribadi, Jakarta tuh damai dari pencopet kalau aja orang pendatang yang ga rajin dan ga punya keahlian ga pada dateng ke Jakarta untuk mencari nafkah, Jakarta tuh adem kalau aja para pendatang tidak membeli tanah orang Jakarta untuk di jadikan gedung-gedung.
Makanya berat banget jadi gubernur DKI tuh karena sampai kapanpun pasti disalahin selama masih banyak pendatang yang kemana-mana bawa mobil pribadi dan selama masih kecolongan sama pendatang yang males dan ga punya keahlian positif.

Jakarta…. Sabar ya ^_^